Selasa, 08 November 2016

Masjid di China 1: Masjid di Guangzhou

Berkunjung ke negeri orang dimana penduduk muslim merupakan minoritas ditambah lagi bahasa yang tidak dimengerti merupakan sebuah pengalaman yang sangat berharga. Selama kurang lebih 2 minggu di di negara Republik Rakyat Tiongkok. Sangat susah untuk menemui Masjid.

Keinginan untuk mengunjungi masjid yaitu karena ingin menunaikan Sholat Jumat. Akan tetapi karena pihak penyelenggara tidak memberikan waktu akhirnya saya tidak dapat menunaikan Sholat Jumat. Sholat Jumat di Beijing dimulai pada pukul 13.30 dan selesai pada pukul 14.15.

Keinginan yang kuat untuk mengunjungi masjid membuat saya mengeksplor google map (meskipun di RRT, Google dan layanannya diblokir, tapi masih dapat bantuan dari orang saya yang berbaik hati memberikan software pembuka blokiran). setelah beberapa kali gagal mengunjungi masjid akhirnya di penghujung hari Kami dapat Sholat di Masjid di Guangzhou dan berziarah ke kubur pendiri masjid tersebut.

Berdasarkan pengalaman tersebut ada beberapa catatan yang harus di perhatikan:
  1. Persiapkan dengan baik peta menuju lokasi secara detil. Jangan hanya mengandalkan alamat. Apalagi dalam bahasa inggris.
  2. Supir taksi banyak tidak mengetahui arah tujuan apalagi kalo penumpangnya menggunakan bahasa asing. Di china supir taksi memanfaatkan GPS sebagai petunjuk arah.
  3. Perjalanan lebih mudah menggukanan Metro (kereta bawah tanah). Dari stasiun metro kita dapat menuju ke lokasi dengan bantuan peta.


Gambar 1. Peta Subway Kota Guangzhou

Berikut ini merupakan masjid yang dapat saya kunjungi di China tepatnya di kota Guangzhou Provinsi Guangdong.

Masjid Xianxian (Masjid Shohabi Abi Waqas)

Masjid xianxian terletak di Huaishi West Road No. 204 kota Guangzhou Provinsi Guangdong. Masjid ini terletak di dekat dengan Stasiun Kereta Api Guangzhou. Untuk menuju ke Masjid ini kita dapat menggunakan Metro dan Turun di stasiun Guangzhou Railway dan keluar lewat gate D4. Dari pintu keluar kita berjalan kaki ke arah timur sejauh kurang lebih 500 m.

Area masjid memiliki 2 pintu yaitu pintu sebelah utara dan pintu sebelah timur. Jika kita dari arah stasion metro, kita akan masuk kompleks masjid melalui pintu sebelah utara.


Gambar 2. Peta menuju Masjid Xianxian dari Stasium metro Guangzhou Railway


Gambar 3. Pintu gerbang sebelah utara


Gambar 4. Pelataran parkir


Gambar 5. Peta kompleks masjid

Masjid xianxian merupakan salah satu masjid yang dibangun di kota Guangzhou pada awal perkembangan Islam di China. Masjid ini dibangun pada abad ke 7 oleh Sa’ad abi Waqas yang merupakan paman Nabi Muhammad SAW.


Gambar 6. Masjid Shohabi Abi Waqas



Gambar 7. Interior Masjid Shohabi Abi Waqas


Gambar 8. Lingkungan sekitar masjid


Gambar 9. Makam Sa’ad bin Abi Waqas


Gambar 10. Air dari sumur kuno

Senin, 23 Mei 2016

Buat Pasport Tidak Pake Ngantri di ULP Barabai

Baru-baru ini saya melakukan perpanjangan pasport hijau. Gara-garanya ada tawaran keluar tapi masa berlaku tinggal empat bulan lagi. Perlu diketahui bahwa kita boleh ke luar negeri apabila masa berlaku pasport lebih dari 6 Bulan. 
Saya kemudian mencari informasi dengan menelpon Kantor Imigrasi Banjarmasin. dari kantor tersebut untuk perpanjangan paspor persyaratannya sama seperti membuat baru. Persyaratan yang harus disiapkan yaitu fotokopi KTP, fotokopi kartu keluarga dan fotokopi Akta Kelahiran. Jangan lupa juga sediakan materai 6000 sebanyak 1 lembar. 
Untuk pengurusan pasport dapat dilakukan di Kantor Imigrasi Kelas 1 Banjarmasin di Landasan Ulin Banjarbaru atau di Unit Layanan Pasport (ULP) Barabai. karena saya berada di Kabupaten Tapin, Kantor imigrasi menyarankan agar saya mengurus di ULP Barabai. ULP Barabai melayani pengurusan Pasport untuk wilayah Kabupaten Tapin, HSS, HST, HSU, Balangan, dan Tabalong. Saran tersebut sangat beralasan karena di ULP Barabai ini antriannya tidak banyak.
Layanan paspor dibuka pada pukul 8 - 10 yaitu untuk pengambilan antrian, sedangkan pukul 10 - 15 adalah untuk pengambilan pasport.
Saya datang pukul 07.30 dan saat itu kantor masih tutup. Pukul 8 tepat kantor dibuka dan saya pun langsung masih ke ULP Barabai. Disana saya langsung disambut oleh satpam dan mengarahkan saya ke ruang tunggu. Saat itu kantor masih sepi. Dan tidak beberapa lama saya diterima oleh petugas dan saya menyampaikan akan memperpanjang pasport. Kemudian saya menyiapkan berkas yang saya bawa. petugas memberikan formulir untuk saya isi. Kemudian saya mengisi formulir selama 10 menit dan menempelkan materai pada surat pernyataan. Lalu saya menyerahkan kembali kepada petugas. petugas memberikan nomor antrian no 1 dan mempersilahkan ke ruang wawancara. 
Tidak lama kemudian saya dipanggi dan diwawancarai, lalu kemudian dilakukan pengambilan gambar. Resi biaya untuk pengurusan pasport dicetak dan tercantum untuk pasport 48 lembar adalah Rp. 300.000 dan untuk foto biometrik adalah Rp. 55.000. Pengurusan pasport di ULP Barabai hanya 45 menit. Saya diminta untuk membayar biaya pengurusan pasport di Bank BNI dan kembali lagi 3 hari lagi untuk pengambilan pasport.
Sayapun segera membayar di Bank yang ditunjuk dan 3 hari kemudian saya kembali untuk mengambil pasport. pasport sekarang berbeda penampilan dengan pasport yang dulu. Dulu pasport berwarna hijau tua dengan isi dalam berupa gambar bayang-bayang keanekaragaman flora dan fauna indonesia. Sekarang pasport RI berwarna hijau tosca dengan tampilan dalam berupa gambar flora, fauna dan budaya dengan warna yang lebih menarik.

Kamis, 25 Oktober 2012

Biochar, Sang Pembenah Tanah

Usaha untuk meningkatkan hasil pertanian sampai saat ini masih dilakukan untuk memenuhi kebutuhan manusia yang semakin meningkat. Dilain pihak, lahan pertanian semakin berkurang kapasitasnya dalam mendukung pemenuhan hara bagi tanaman. Selain itu, kondisi alam yang tidak menentu akibat dari pemanasan global membuat usaha-usaha pertanian perlu mencari suatu teknologi yang dapat menghadapi hal tersebut. Salah satu teknologi tersebut adalah teknologi “Biochar” yang merupakan teknologi kuno yang dimunculkan kembali. 

Gambar. Lahan dengan tambahan biochar (IBI, 2012)

Apa itu Biochar?
Biochar atau yang lebih kita kenal sebagai arang merupakan materi padat yang terbentuk dari karbonisasi biomasa. Biochar dapat ditambahkan ke tanah dengan tujuan untuk meningkatkan fungsi tanah dan mengurangi emisi dari biomasa yang secara alami terurai menjadi gas rumah kaca. Biochar juga mempunyai fungsi untuk mengikat karbon cukup besar (IBI, 2012). 
Pembuatan biochar sudah dikenal sejak 2000 tahun yang lalu di Amazon (Terra Preta). Kegiatan ini mengubah limbah pertanian menjadi membenah tanah yang dapat mengikat karbon, meningkatkan keamanan pangan dan mengurangi pembukaan hutan. Proses tersebut menghasilkan serat yang baik dan arang yang sangat porous yang membantu tanah menahan hara dan air (IBI, 2012). 
Menurut Bambang (2012), Bahan baku pembuatan biochar umumnya adalah residu biomasa pertanian atau kehutanan, termasuk potongan kayu, tempurung kelapa, tandan kelapa sawit, tongkol jagung, sekam padi atau kulit buah kacang-kacangan, kulit-kulit kayu, sisa-sisa usaha perkayuan, serta bahan organik yang berasal dari sampah kertas, sampah kota dan kotoran hewan. Bila limbah tersebut mengalami pembakaran dalam keadaan oksigen yang rendah atau tanpa oksigen akan dihasilkan 3 substansi, yaitu; metana dan hidrogen yang dapat dijadikan bahan bakar, bio-oil yang dapat diperbaharui, dan arang hayati (biochar) yang mempunyai sifat stabil dan kaya karbon (>50%). 
Biochar berguna sebagai alat yang penting untuk meningkatkan keamanan pangan dan keragaman tanaman di wilayah dengan tanah yang miskin hara, kekurangan bahan organik, dan kekurangan air dan ketersediaan pupuk kimia. Biochar juga meningkatkan kualitas dan kuantitas air dengan meningkatnya penyimpanan tanah bagi unsur hara dan agrokimia yang digunakan oleh tumbuhan dan tanaman. (IBI, 2012). Selain itu penambahan biochar ke tanah meningkatkan ketersediaan kation utama dan posfor, total N dan kapasitas tukar kation tanah (KTK) yang pada akhimya meningkatkan hasil karena dapat mengurangi risiko pencucian hara khususnya kalium dan N-NH4 (Bambang, 2012). 

Bagaimana cara membuat biochar? 
Secara sederhana cara pembuatan Biochar menurut Sukartono, Peneliti Universitas Brawijaya, diawali dengan kulit kelapa atau batok kelapa yang sudah kering dibakar di dalam sebuah lubang dengan menggunakan pemanasan auto thermal. Batok atau kulit kelapa tersebut dipanaskan di dalam lubang berukuran 1m x 1,5m x 1m dan dipanaskan hingga menjadi arang selama 8 jam. Setelah pembakaran dilakukan, akan menghasilan material berwarna hitam yang terbentuk. Produk kemudian didinginkan dengan cara dibungkus daun pisang selama 12 jam untuk mendapatkan arang. Setelah itu proses pendinginan dilakukan dan dihasilkan butiran-butiran partikel berukuran 1 mm yang sudah disaring. Butiran-butiran tersebut yang nantinya dinamakan Biochar yang akan digunakan sebagai bahan penyubur tanah. 
Selain dari batok kelapa, pembuatan biochar menggunakan arang sekam dapat dilakukan dengan mudah, selain bahannya mudah diperoleh, cara membuatnya juga sederhana. Proses pembuatan arang sekam dilakukan dengan menggunakan drum. Langkahnya sebagai berikut (Juniadi, 2012): 
  1. Masukkan paralon di tengah-tengah drum pada lubang sarangan 
  2. Sekam masukkan ke dalam drum ½ bagian sambil di padatkan dan kasih minyak tanah sedikit 
  3. Masukkan lagi sekam semuanya sampai penuh 
  4. Setelah drum terisi penuh paralon dicabut, sehingga nampak lubang di bagian tengah berbentuk silindris 
  5. Sekam dibakar dari bawah, pembakaran dapat dengan mudah berlangsung hal ini di karenakan selain sekam kering, juga karena di beri minyak tanah sedikit,di samping itu karena udara yang masuk ke dalam drum melalui mulut tungku naik keatas sehingga proses pembakaran menjadi cepat. 
  6. Sekam yang tebakar sedikit demi sedikit akan jatuh kebawah sambil di bulak balik menjadi arang sekam 
  7. Arang sekam yang terlah berwarna hitan di keluarkan menggunakan sekop 
  8. Arang sekam tersebut di siram dengan air bersih, supaya arang sekam tadi tidak menjadi abu 
  9. Arang sekam telah di siram dengan air, kemudian masukkan kedalam karung. 

Bagaimana cara mengaplikasikan biochar? 
Pada beberapa literatur, sejumlah studi yang dilakukan melaporkan efek positif dari aplikasi biochar ke tanaman pangan dengan dosis 5 – 50 ton per hektar dengan pengelolaan yang tepat. Ini merupakan kisaran yang besar, akan tetapi seringkali beberapa kisaran yang digunakan, penggunaan dosis tertinggi menunjukkan hasil terbaik. Sejak kandungan C bahan biochar bervariasi, lebih tepat kita mengaplikasikan dalam bentuk kandungan C biochar per hektar. Aplikasi 10 ton per hektar biochar dari kotoran ternak mengandung lebih sedikit C (dan lebih banyak abu) daripada aplikasi biochar dari kayu. Bagaimanapun, biochar dengan kandungan abu yang tinggi mengandung beberapa sumber hara tanaman. 
Pengaplikasian biochar tidak dapat menggantikan peran pupuk, jadi dengan menambah biochar tanpa penambahan sejumlah nitrogen dan unsur hara lain tidak akan meningkatkan hasil tanaman. Jumlah biochar yang ditambahkan berpengaruh pada hasil tanaman. Di Laos, Asai et al. (2009) melaporkan hasil tanaman padi lading tertinggi pada penambahan biochar 4 ton/ha. Akan tetapi ketika biochar ditambahkan sampai 8 atau 16 ton/ ha, hasilnya tidak berbeda dengan control (tanpa penambahan biochar). Selain itu Gaskin et al. (2010) juga melaporkan penambahan biochar yang berasal dari kulit kacang dan kulit batang pinus sebanyak 11 dan 22 ton per hektar, dapat mengurangi hasil tanaman jagung. Sampai saat ini masih dipelajari bahan dasar biochar dan dosis yang terbaik untuk diaplikasikan kepada tanaman sesuai dengan pengelolaan tanah yang spesifik. 
Karena sifatnya yang rekalsitran terhadap dekomposisi dalam tanah, aplikasi tunggal biochar dapat menyediakan efek yang bermanfaat selama beberapa musim tanam di lahan. Oleh karena itu, biochar tidak perlu diaplikasikan setiap musim tanam seperti pada pengaplikasian pupuk kandang, kompos dan pupuk buatan. Tergantung pada target tingkat aplikasi, ketersediaan cadangan biochar dam sistem pengelolaan tanah, penambahan biochar dapat diaplikasikan secara bertahap. Bagaimanapun, hal ini dipercaya bahwa efek bermanfaat dari pengaplikasian biochar ke tanah akan meningkat seiring waktu, dan hal ini perlu dipertimbangkan ketika membagi aplikasi sepanjang waktu. 
Ketika mengaplikasikan biochar ke dalam tanah untuk meningkatkan kesuburannya, biochar idealnya ditempatkan dekat permukaan tanah di daerah perakaran, dimana siklus unsur hara dan penyerapan oleh tanaman terjadi. Sistem tertentu bisa mendapat manfaat dari aplikasi biochar di lapisan bawah daerah perakaran, sebagai contoh ketika melakukan landscaping untuk mengikat karbon atau penggunaan biochar untuk pengelolaan kelembaban. Jika biochar diaplikasikan semata-mata untuk tujuan mengikat karbon, penempatan yang lebih dalam di tanah akan lebih disukai. 

Penutup 
Pengaplikasian biochar dari bahan yang tepat dan dosis yang sesuai merupakan kunci sukses dalam usaha meningkatkan hasil tanaman. Usaha untuk menemukan komposisi yang tepat dapat kita lakukan sesuai dengan kondisi lahan yang spesifik. 

Referensi 
  1. Bambang Sapto A., 2012. Si Hitam Biochar yang Multiguna. PT. Perkebunan Nusantara X (Persero), Surabaya 
  2. IBI, 2012. What is Biochar?. International Biochar Initiative. www.biochar-international.org 
  3. Juniadi, 2012. Teknis pembuatan arang sekam. Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang. www.bbpp-lembang.info 
  4. Major, J. 2010. Guidelines on Practical Aspects of Biochar Application to Field Soil in Various Soil Management Systems. International Biochar Initiative. www.biochar-international.org